20 Tahun

Usia merupakan sebuah tolak ukur dalam menilai kedewasaan seseorang. Dalam menjalani hidup kita beriringan dengan usia itu sendiri. Tanpa terasa kini usiaku sudah 20 tahun sejak kelahiranku pada 15 Maret tahun 1995. Usia yang bisa dibilang adalah gerbang menuju kedewasaan bukan? Usia dimana semua pemikiran menjadi lebih kompleks. Usia dimana tidak lagi berharap tentang kado, atau pesta kejutan seperti hal yang khas dilakukan ketika masih berada di usia belasan tahun. Tidak ada lagi kuis khas remaja dari majalah-majalah teenlit yang bisa aku ikuti karena biasanya batasan umur untuk mengikutinya adalah 19 tahun.

Hari ini aku resmi menjadi 20 tahun. Tidak ada yang istimewa menurutku, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya di bulan dan tanggal yang sama. Ada beberapa perbedaan yang aku alami di usiaku yang sekarang, aku merasa tanggung jawab sebagai seorang anak semakin berat. Bukan mengeluh karena tidak sanggup, berat dalam arti apa yang aku lakukan pasti harus melalui proses pemikiran yang panjang. Saat ini aku sedang menikmati hidupku sebagai mahasiswa perantauan di Jogja. Kehidupanku di Jogja merupakan hadiah yang membuatku bahagia. Yaa, Jogja memang selalu berhasil membuat siapapun jatuh hati kepadanya.

Di usiaku sekarang entah kenapa aku selalu berfikiran tentang jodoh, hal yang selama ini tidak pernah aku pedulikan sama sekali. Kalau boleh jujur, aku terkadang ingin merasakan jatuh cinta seperti oraang-orang yang suka berbagi kebahagiaan hubungan mereka lewat sosial media. Ah sudahlah, aku juga merasa kurang nyaman melihat semakin banyaknya hubungan yang di umbar-umbar. Menurutku sebuah hubungan yang bahagia itu adalah ketika pasangan itu saling menghargai satu sama lain walaupun tidak diumbar-umbar, seperti contohnya bangga mengakui pasangannya kepada orang lain, aku rasa itu sudah cukup.

Hmm, di usiaku sekarang memang aku belum memiliki pasangan, tapi itu jugalah yang menjadi doaku di usia saat ini. Semoga saja di usiaku saat ini, aku bisa bertemu jodoh yang telah di tentukan Tuhan untukku. Semoga saja. Terlepas dari doa yang satu itu, aku berhrap di usiaku sekarang aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, pribadi yang beranggung jawab dan selalu bahagia.

 

Sumber gambar : Pinterest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s